ABSTRAK
Akses pita lebar berbasis nirkabel atau broadband wireless
access (BWA) merupakan teknologi akses yang dapat menawarkan akses
data/internet berkecepatan tinggi dan berkemampuan menyediakan layanan
kapan dan di manapun (anytime anywhere) dengan menggunakan media
nirkabel. Sejumlah layanan yang dapat disediakan oleh penyelenggaraan
BWA antara lain akses internet pita lebar, VoIP/Teleponi, Multimedia,
layanan on demand, yang dapat diakses melalui satu perangkat secara
bersamaan. Secara umum, broadband dideskripsikan sebagai komunikasi data
yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas tinggi menggunakan DSL, Modem
Kabel, Ethernet, Wireless Access, Fiber Optik, W-LAN, V-SAT, dan lain
sebagainya. Rentang kecepatan layanan bervariasi dari 128 Kbps sampai
dengan 100 Mbps. Dalam draft RPM penataan pita frekuensi radio untuk
keperluan layanan akses pita lebar berbasis nirkabel diusulkan definisi
broadband adalah layanan telekomunikasi nirkabel yang memiliki kemampuan
kapasitas diatas kecepatan data primer 2 Mbps (E1) sesuai ITU-R
F.1399-1. Dalam penyelenggaraan layanan broadband, terdapat dua kategori
layanan, yaitu Fixed BWA dan Mobile BWA. Fixed BWA menawarkan layanan
akses pelanggan tetap yang sebagaimana telah diterapkan pada
layanan-layanan BWA sebelumnya, sedangkan Mobile BWA dapat digunakan
untuk akses pelanggan tetap dan bergerak. Sejumlah standart teknologi
yang sedang dikembangkan dan diperjuagkan untuk menjadi stadart global
untuk layanan BWA antara lain CDMA1xEVDO (3GPP2), WiFi (802.11), WiMAX
(802.16) dan sebagainya.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Dewasa
ini Indonesia sedang melaksanakan pembangunan di segala bidang. Bidang
telekomunikasi merupakan termasuk bidang yang paling penting dalam
pembangunan di Indonesia. Hal itu wajar karena Indonesia merupakan
Negara yang memiliki wilayah yang luas dan berkepulauan. Hingga saat ini
bidang telekomunikasi di Indonesia dapat dikatakan berkembang sangat
pesat, hal itu ditunjukkan dengan samakin banyaknya pengguna layanan
telekomunikasi yang memanfaatkan jasa dari berbagai penyedia layanan
telekomunikasi.
Dari fakta diatas, maka yang paling penting adalah
bagaimana kita dapat menggunakan suatu teknologi yang mampu menyediakan
layanan telekomunikasi berupa suara maupun data dengan biaya yang
seminimal mungkin.
Dari gagasan itulah penulis mencoba untuk
mengangkat tema sebuah teknologi baru yang mampu menjawab tantangan
diatas yaitu Broadband Wireless Access.
1.2. Tujuan dan Manfaat Penulisan
Adapun beberapa tujuan dan manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Untuk diajukan sebagai Makalah UTS dalam mata kuliah praktikum
pengantar sistem telekomunikasi di Jurusan Teknik Elektro Fakultas
Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
2.
Menambah pengetahuan lebih detail tentang pengertian dasar, klasifikasi,
hingga aplikasi-aplikasi dari Broadband Wireless Access.
1.3. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar yang penulis paparkan maka didapat rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apakah pengertian dasar dari BWA (Broadband Wireless Access)?
2. Bagaimana pengklasifikasian teknologi Broadband Wireless Access?
3. Bagaimana kebijakan pemerintah mengenai Broadband Wireless Access di Indonesia?
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Dasar Broadband Wireless Access
Broadband Wireless Access atau Akses Pita Lebar berbasis Nirkabel
merupakan teknologi akses yang dapat menawarkan akses data/internet
berkecepatan tinggi dan berkemampuan menyediakan layanan kapanpun dan
dimanapun dengan menggunakan media nirkabel.
2.2. Klasifikasi Broadband Wireless Access
A. WiMAX
WIMAX
(Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda
sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan
standar IEEE 802.16. WIMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan
hubungan jalur lebar dalam jarak yang jauh. WIMAX merupakan teknologi
broadband yang memiliki kecepatan akses tinggi dan jangkauan yang luas.
WIMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur
yang lebih menarik. Aplikasi-aplikasi yang dapat menggunakan WIMAX:
Aplikasi Backhaul
Untuk
aplikasi backhaul maka WiMAX dapat dimanfaatkan untuk backhaul WiMAX
itu sendiri, backhaul Hotspot dan backhaul teknologi lain.
• Backhaul WiMAX
Dalam
konteks WiMAX sebagai backhaul dari WiMAX aplikasinya mirip dengan
fungsi BTS sebagai repeater yang bertujuan untuk memperluas jangkauan
dari WiMAX.
• Backhaul Hotspot
Pada umumnya, hotspot banyak
menggunakan saluran ADSL sebagai backhaul-nya untuk menyambungkan ke
sisi koneksi internet. Dengan keterbatasan jaringan kabel, maka WiMAX
juga bisa dimanfaatkan sebagai backhaul hotspot.
• Backhaul Teknologi Lain
Sebagai
backhaul teknologi lain, WiMAX dapat digunakan untuk backhaul seluler.
Gambar berikut mengilustrasikan WiMAX untuk menghubungkan MSC/BSC ke BTS
seluler.
B. WiFi
Wifi (Wireles Fidelity) merupakan jaringan
lokal tanpa menggunakan kabel atau biasa disebut juga sebagai WLAN
(Wireless LAN). Wifi merupakan teknologi jaringan nirkabel yang sudah
matang dengan standar yang sudah disepakati serta telah didukung oleh
vendor dan banyak kalangan telah menggunakannya. Karena sifatnya sebagai
LAN, Wifi memiliki keterbatasan jangakaun. Wifi sering diaplikasikan
dalam bentuk wireless internet.
Posisi WiFi diantara WIMAX dan media broadband lain
C. CDMA1xEVDO
CDMA
EVDO merupakan pengembangan dari sistem CDMA 2000. CDMA 2000 ini
didesain untuk mensupport komunikasi data secara mobile dengan range
antara 144 kbps hingga 2 Mbps. Sedangkan CDMA EVDO mampu mensupport
hingga lebih dari 2 Mbps.
2.3. Kebijakan Broadband Wireless Access di Indonesia
Berbicara
masalah regulasi atau kebijakan pemerintah, yang menarik adalah konteks
kata “regulasi” ternyata berbeda antara Indonesia dan luar negeri. Di
Indonesia, regulasi ini lebih bermakna pembatasan (tidak boleh ini dan
itu, yang boleh hanya ini/perusahaan ini). Sedangkan di luar negeri,
regulasi lebih ke arah mewajibkan penyedia jasa untuk memberikan ataupun
menyediakan suatu layanan kepada masyarakat sehingga tentunya regulasi
lebih berpihak kepada masyarakat. Namun dalam konteks apapun, masyarakat
akan tetap menerima pembatasan ini jika dilakukan untuk kebaikan
masyarakat itu sendiri.
Terkait dengan pengembangan teknologi pita
lebar ini, akhir tahun 2006 lalu pemerintah melalui Dirjen Pos dan
Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informasi telah menerbitkan
White Paper Penataan Spektrum Frekuensi Radio Layanan Akses Pita Lebar
Berbasis Nirkabel (BROADBAND WIRELESS ACCESS/BWA yang merupakan konsep
regulasi / kebijakan pemerintah dalam penataan spektrum frekuensi radio
layanan akses pita lebar berbasis nirkabel (Broadband Wireless
Access/BWA). Konsep ini disusun berdasarkan sejumlah masukan pada
konsultasi publik Penataan Frekuensi Broadband Wireless Access yang
diadakan pada bulan April 2006, maupun sejumlah masukan dari berbagai
pihak, serta referensi-referensi pada beberapa forum internasional
seperti APT (Asia Pacific Telecommunity) Wireless Forum, ITU Study
Group, dan sebagainya.
Tujuan dari kebijakan pemerintah dalam
penataan spektrum frekuensi radio layanan akses pita lebar berbasis
nirkabel ini antara lain adalah :
• Menata penggunaan spektrum frekuensi radio menjadi lebih efisien dan optimal.
•
Menambah alternatif dalam upaya mengejar ketertinggalan teledensitas
ICT dan penyebaran layanan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia
dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
• Mendorong ketersediaan tarif akses internet yang terjangkau (murah) di Indonesia.
• Mendorong tumbuhnya peluang usaha bagi masyarakat dan potensi lapangan kerja diberbagai unit usaha (multiple effect).
• Membuka peluang bangkitnya industri manufaktur, aplikasi dan konten dalam negeri.
• Menciptakan kompetisi pelayanan telekomunikasi yang dapat mendorong penyelenggaraan telekomunikasi secara lebih efisien.
BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan
rumusan masalah yang telah dijabarkan di atas, kemudian dibahas secara
mendetail pada bab pembahasan, maka dapat disimpulkan poin-poin sebagai
berikut yang mengacu pada pertanyaan-pertanyaan dalam rumusan masalah
diatas. Berikut kesimpulan makalah ini :
1. Broadband Wireless Access
adalah Akses Pita Lebar berbasis Nirkabel yang menawarkan akses
data/internet berkecepatan tinggi dan berkemampuan menyediakan
layanan-layanan dengan menggunakan media nirkabel.
2. Standart global untuk broadband wireless access antara lain adalah :
• CDMA1xEVDO (3GPP2)
• WiFi (802.11)
• WiMAX (802.16)
• dan sebagainya
berdasarkan layanannya, broadband wireless access memiliki dua kategori layanan antara lain :
• Fixed Broadband Wireless Access
• Mobile Broadband Wireless Access
3.
Pemerintah melalui Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi
dan Informasi telah menerbitkan White Paper Penataan Spektrum Frekuensi
Radio Layanan Akses Pita Lebar Berbasis Nirkabel (BROADBAND WIRELESS
ACCESS/BWA yang merupakan konsep regulasi / kebijakan pemerintah dalam
penataan spektrum frekuensi radio layanan akses pita lebar berbasis
nirkabel (Broadband Wireless Access/BWA
Selasa, 16 Oktober 2012
Langganan:
Postingan (Atom)