Social Icons

Selasa, 16 Oktober 2012

BROADBAND WIRELESS ACCESS

ABSTRAK
Akses pita lebar berbasis nirkabel atau broadband wireless access (BWA) merupakan teknologi akses yang dapat menawarkan akses data/internet berkecepatan tinggi dan berkemampuan menyediakan layanan kapan dan di manapun (anytime anywhere) dengan menggunakan media nirkabel. Sejumlah layanan yang dapat disediakan oleh penyelenggaraan BWA antara lain akses internet pita lebar, VoIP/Teleponi, Multimedia, layanan on demand, yang dapat diakses melalui satu perangkat secara bersamaan. Secara umum, broadband dideskripsikan sebagai komunikasi data yang memiliki kecepatan tinggi, kapasitas tinggi menggunakan DSL, Modem Kabel, Ethernet, Wireless Access, Fiber Optik, W-LAN, V-SAT, dan lain sebagainya. Rentang kecepatan layanan bervariasi dari 128 Kbps sampai dengan 100 Mbps. Dalam draft RPM penataan pita frekuensi radio untuk keperluan layanan akses pita lebar berbasis nirkabel diusulkan definisi broadband adalah layanan telekomunikasi nirkabel yang memiliki kemampuan kapasitas diatas kecepatan data primer 2 Mbps (E1) sesuai ITU-R F.1399-1. Dalam penyelenggaraan layanan broadband, terdapat dua kategori layanan, yaitu Fixed BWA dan Mobile BWA. Fixed BWA menawarkan layanan akses pelanggan tetap yang sebagaimana telah diterapkan pada layanan-layanan BWA sebelumnya, sedangkan Mobile BWA dapat digunakan untuk akses pelanggan tetap dan bergerak. Sejumlah standart teknologi yang sedang dikembangkan dan diperjuagkan untuk menjadi stadart global untuk layanan BWA antara lain CDMA1xEVDO (3GPP2), WiFi (802.11), WiMAX (802.16) dan sebagainya.
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Dewasa ini Indonesia sedang melaksanakan pembangunan di segala bidang. Bidang telekomunikasi merupakan termasuk bidang yang paling penting dalam pembangunan di Indonesia. Hal itu wajar karena Indonesia merupakan Negara yang memiliki wilayah yang luas dan berkepulauan. Hingga saat ini bidang telekomunikasi di Indonesia dapat dikatakan berkembang sangat pesat, hal itu ditunjukkan dengan samakin banyaknya pengguna layanan telekomunikasi yang memanfaatkan jasa dari berbagai penyedia layanan telekomunikasi.
Dari fakta diatas, maka yang paling penting adalah bagaimana kita dapat menggunakan suatu teknologi yang mampu menyediakan layanan telekomunikasi berupa suara maupun data dengan biaya yang seminimal mungkin.
Dari gagasan itulah penulis mencoba untuk mengangkat tema sebuah teknologi baru yang mampu menjawab tantangan diatas yaitu Broadband Wireless Access.

1.2. Tujuan dan Manfaat Penulisan

Adapun beberapa tujuan dan manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Untuk diajukan sebagai Makalah UTS dalam mata kuliah praktikum pengantar sistem telekomunikasi di Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
2. Menambah pengetahuan lebih detail tentang pengertian dasar, klasifikasi, hingga aplikasi-aplikasi dari Broadband Wireless Access.

1.3. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar yang penulis paparkan maka didapat rumusan masalah sebagai berikut :

1. Apakah pengertian dasar dari BWA (Broadband Wireless Access)?
2. Bagaimana pengklasifikasian teknologi Broadband Wireless Access?
3. Bagaimana kebijakan pemerintah mengenai Broadband Wireless Access di Indonesia?


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Dasar Broadband Wireless Access

  Broadband Wireless Access atau Akses Pita Lebar berbasis Nirkabel merupakan teknologi akses yang dapat menawarkan akses data/internet berkecepatan tinggi dan berkemampuan menyediakan layanan kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan media nirkabel.
2.2. Klasifikasi Broadband Wireless Access
 
A. WiMAX

 WIMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WIMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak yang jauh. WIMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses tinggi dan jangkauan yang luas. WIMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Aplikasi-aplikasi yang dapat menggunakan WIMAX:
Aplikasi Backhaul
Untuk aplikasi backhaul maka WiMAX dapat dimanfaatkan untuk backhaul WiMAX itu sendiri, backhaul Hotspot dan backhaul teknologi lain.
• Backhaul WiMAX
Dalam konteks WiMAX sebagai backhaul dari WiMAX aplikasinya mirip dengan fungsi BTS sebagai repeater yang bertujuan untuk memperluas jangkauan dari WiMAX.
• Backhaul Hotspot
Pada umumnya, hotspot banyak menggunakan saluran ADSL sebagai backhaul-nya untuk menyambungkan ke sisi koneksi internet. Dengan keterbatasan jaringan kabel, maka WiMAX juga bisa dimanfaatkan sebagai backhaul hotspot.
• Backhaul Teknologi Lain
Sebagai backhaul teknologi lain, WiMAX dapat digunakan untuk backhaul seluler. Gambar berikut mengilustrasikan WiMAX untuk menghubungkan MSC/BSC ke BTS seluler.
B. WiFi
 Wifi (Wireles Fidelity) merupakan jaringan lokal tanpa menggunakan kabel atau biasa disebut juga sebagai WLAN (Wireless LAN). Wifi merupakan teknologi jaringan nirkabel yang sudah matang dengan standar yang sudah disepakati serta telah didukung oleh vendor dan banyak kalangan telah menggunakannya. Karena sifatnya sebagai LAN, Wifi memiliki keterbatasan jangakaun. Wifi sering diaplikasikan dalam bentuk wireless internet.
 Posisi WiFi diantara WIMAX dan media broadband lain

C. CDMA1xEVDO
 CDMA EVDO merupakan pengembangan dari sistem CDMA 2000. CDMA 2000 ini didesain untuk mensupport komunikasi data secara mobile dengan range antara 144 kbps hingga 2 Mbps. Sedangkan CDMA EVDO mampu mensupport hingga lebih dari 2 Mbps.


2.3. Kebijakan Broadband Wireless Access di Indonesia

Berbicara masalah regulasi atau kebijakan pemerintah, yang menarik adalah konteks kata “regulasi” ternyata berbeda antara Indonesia dan luar negeri. Di Indonesia, regulasi ini lebih bermakna pembatasan (tidak boleh ini dan itu, yang boleh hanya ini/perusahaan ini). Sedangkan di luar negeri, regulasi lebih ke arah mewajibkan penyedia jasa untuk memberikan ataupun menyediakan suatu layanan kepada masyarakat sehingga tentunya regulasi lebih berpihak kepada masyarakat. Namun dalam konteks apapun, masyarakat akan tetap menerima pembatasan ini jika dilakukan untuk kebaikan masyarakat itu sendiri.
Terkait dengan pengembangan teknologi pita lebar ini, akhir tahun 2006 lalu pemerintah melalui Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informasi telah menerbitkan White Paper Penataan Spektrum Frekuensi Radio Layanan Akses Pita Lebar Berbasis Nirkabel (BROADBAND WIRELESS ACCESS/BWA yang merupakan konsep regulasi / kebijakan pemerintah dalam penataan spektrum frekuensi radio layanan akses pita lebar berbasis nirkabel (Broadband Wireless Access/BWA). Konsep ini disusun berdasarkan sejumlah masukan pada konsultasi publik Penataan Frekuensi Broadband Wireless Access yang diadakan pada bulan April 2006, maupun sejumlah masukan dari berbagai pihak, serta referensi-referensi pada beberapa forum internasional seperti APT (Asia Pacific Telecommunity) Wireless Forum, ITU Study Group, dan sebagainya.
Tujuan dari kebijakan pemerintah dalam penataan spektrum frekuensi radio layanan akses pita lebar berbasis nirkabel ini antara lain adalah :
• Menata penggunaan spektrum frekuensi radio menjadi lebih efisien dan optimal.
• Menambah alternatif dalam upaya mengejar ketertinggalan teledensitas ICT dan penyebaran layanan secara merata ke seluruh wilayah Indonesia dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
• Mendorong ketersediaan tarif akses internet yang terjangkau (murah) di Indonesia.
• Mendorong tumbuhnya peluang usaha bagi masyarakat dan potensi lapangan kerja diberbagai unit usaha (multiple effect).
• Membuka peluang bangkitnya industri manufaktur, aplikasi dan konten dalam negeri.
• Menciptakan kompetisi pelayanan telekomunikasi yang dapat mendorong penyelenggaraan telekomunikasi secara lebih efisien.




BAB III
KESIMPULAN
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dijabarkan di atas, kemudian dibahas secara mendetail pada bab pembahasan, maka dapat disimpulkan poin-poin sebagai berikut yang mengacu pada pertanyaan-pertanyaan dalam rumusan masalah diatas. Berikut kesimpulan makalah ini :
1. Broadband Wireless Access adalah Akses Pita Lebar berbasis Nirkabel yang menawarkan akses data/internet berkecepatan tinggi dan berkemampuan menyediakan layanan-layanan dengan menggunakan media nirkabel.
2. Standart global untuk broadband wireless access antara lain adalah :
• CDMA1xEVDO (3GPP2)
• WiFi (802.11)
• WiMAX (802.16)
• dan sebagainya
berdasarkan layanannya, broadband wireless access memiliki dua kategori layanan antara lain :
• Fixed Broadband Wireless Access
• Mobile Broadband Wireless Access
3. Pemerintah melalui Dirjen Pos dan Telekomunikasi Departemen Komunikasi dan Informasi telah menerbitkan White Paper Penataan Spektrum Frekuensi Radio Layanan Akses Pita Lebar Berbasis Nirkabel (BROADBAND WIRELESS ACCESS/BWA yang merupakan konsep regulasi / kebijakan pemerintah dalam penataan spektrum frekuensi radio layanan akses pita lebar berbasis nirkabel (Broadband Wireless Access/BWA

Jumat, 28 September 2012

CARA membuat Bel LISTRIK

Alat-Alat Yang Diperlukan :
  • Gunting
  • Obeng
  • Selotip Khusus Kabel
Bahan-Bahan Yang Diperlukan
  • Kabel sepanjang 2 m
  • Lampu 5 watt warna-warni
  • Rumahan Lampu 1 buah
  • Saklar 1 buah
  • Kepala ujung kabel untuk menyambungkan ke stop kontak 1 buah
  • Bel listrik 1 buah

  • Lampu 5 watt

  • Rumahan Lampu

  • Saklar

  • Kepala Ujung Kabel

  • Bel Listrik
Cara Membuat
  1. Pertama, memotong kabel sepanjang 10 cm sebanyak 2 potong, sehingga sisa kabel 2m tersebut menjadi 180 cm.
  2. Kedua, mengambil salah satu potongan kabel sepanjang 10 cm tersebut, lalu sambungkan dengan kabel bel listrik sesuai warna.
  3. Ketiga, menyambung kembali ujung kabel yang belum terpasang ke rumahan lampu.
  4. Keempat, mengambil kabel sepanjang 10 cm yang kedua, lalu menggabungkan menjadi 2 pasang di dalam rumahan lampu, sesuai warna. Seperti ini
  5. Kelima, Tahap kelima inilah yang cukup rumit, pertama sambungkan ujung kabel yang tersambung dengan rumahan lampu, lalu diparalelkan dengan sisa kabel sepanjang 180 cm tadi dengan saklar, seperti pada gambar  di bawah ini.
  6. Keenam, Sambungkan ujung kabel terakhir dengan kepala ujung kabel.
  7. Ketujuh, bel siap digunakan.

Semoga Bermanfaat Buat Teman” Semua